WELUT PUTIH

Licin Dan Gesit Mencari Uang

Daftar-daftar istilah dalam ilmu serangga Januari 24, 2008

Diarsipkan di bawah: Daftar-daftar istilah dalam ilmu serangga — mablu @ 3:43 pm

Oleh : Didi Darmadi

Alumni Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) N Kepahiang-Bengkulu. E-mail: ma_di@plasa.com

Abdomen : perut; daerah tubuh serangga yang paling belakang (ketiga).

Botol pembunuh : botol yang digunakan sebagai tempet untuk membunuh serangga yang didapatkan darril lapangan untuk keperluan penelitian atau koleksi. Didalam botol pembunuhan tersebut terdapat bahan-bahan atau zat pembunuh, misalnya KCN.

Cairan pupa : meconium; cairan yang biasa meneyelimuti calon serangga dewasa yang abru keluar dari pupa.

Diapuse : masa istirahat pada perkembangan serangga.

Elytra : sayap depan bangsa kumbang (Coleopteran) dan cocopet (Dermaptera) yang bersifat keras seperti kulit, namun rapuh.

Embun madu : cairan gula dari bangsa kutu jenis tertentu, misalnya kutu aphid.

Femur : sebutan untuk ruas ketiga kaki serangga.

Halter : modifikasi sayap belakang bangsa lalat dan yamuk berupa pentolan kecil, dan berfungsi sebagai alat keseimbangan.

Hemelitra : sayap depan bangsa kepik.

Insang : alat bernapas jenis binatang akuatik tertentu, merupakan pelebaran dinding tubuh atau usus belakang yang berfungsi sebagai tempat pertukaran udara.

Instar : masa diantara pergantian kulit pada serangga.

Jaring serangga : alat berupa jarring kecil yang digunakan untuk menagkap serangga, terutama serangga terbang.

Jarum koleksi : jarum pentol dengan macam-macam diameter yang digunakan untuk menusuk serangga, untuk keperluan koleksi.

Kampuh : celah dibagian luar tubuh berupa garis pada dinding tubuh.

Kanibalisme : pristiwa makan-memakan anatar individu pada satu jenis yang sama.

Karnivora : pemakan daging.

Kelenjar bau : kelenjar penghasil cairan berbau khas, misalnya pada bangsa kepik dan jenis kumbang tertentu.

Keranjang serbuksari : corbicula; daerah lunak pada permukaan luar ruas keempat kaki belakang lebah yang dibatasi oleh rambut-rambut panjang melengkung.

Kopulasi : sanggama; bertemunya alat kelamin jantan dan betina.

Labium : salah satu bagian alat mulut; bibir bawah.

Larva : tahap hidup diantara tahap hidup tahap telur dan pupa, dan biasanya digunakan untuk menyebut serangga pra-dewasa dari serangga dengan tipe metamorfosis sempurna.

Lembaran sepirakel : lembaran yang terdapat disekitar sepirakel (lubang pernapasan).

Maksila : sepasang bagian alat mulut yang terdapat dibagian mandibula.

Mandibula : rahang; sepasang bagian alat mulut yang terletak dibagian depan.

Mata majemuk : mata yang tersusun atas banyak mata tunggal.

Mata sederhana : ocelli; terdapat pada serangga dan binatang yang berbuku-buku yang lain, terletak diantara pangkal antenaatau kedua buah mata majemuk.

Mata tunggal : ommatidia; unit tunggal dari mata majemuk.

Metamorfosis : perubahan bentuk selama perkembangan.

Nadi : vena; garis menebal pada sayap (serangga).

Naiad : nimfa yang hidup didalam air dan bernafas dengan insang.

Nasuti : salah satu kastra rayap yang berbentuk kepalanya sempit dan meruncing pada bagian ujungnya, sehingga membentuk moncong.

Nimfa : sebutan serangga pra-dewasa pada serangga yang meta morfosisnya sederhana.

Nocturnal : aktif pada malam hari.

Omnivore : pemakan segala.

Ovipositor : alat peletak telur pada beberapa serangga betina.

Parasitoid : serangga parasit, dapat hidup diluar atau didalam inangnya.

Partenogenesis : berkembangnya telur yang tidak dibuahi.

Pedisel : tonjolan diantara toraks dan abdomen semut.

Penampung seperma : (pada capon dan sibar-sibar jantan) tempat untuk menyimpan sementara sperma yang dikeluarkan dari alat kelamin untuk kemudian disalurkan ke dalam tubuh serangga betina pada saat kopulasi.

Penis : alat kelamin jantan yang berada diluar tubuh.

Polifagus : kisaran inangnya lebar; pemakan banyak jenis makanan.

Polimorfisme : berbentuk tubuh banayak.

Populasi : sekumpulan mahluk hidup sama jenis yang hidup pada satu tempat tertentu.

Peredasius : bersifat pemangsa.

Predator : pemangsa.

Prepupa : tahap diam diantara masa larva dan pupa; instar ketiga dari jenis thrips.

Puparium : bungkus yang berbentuk oleh pengerasan kulit larva instar terakhir sehingga pupa akan terbentuk; pada bangsa lalat.

Pupasi : pergantian kulit dari larva instar terakhir menuju ketahap pupa.

Soliter : penyendiri (pada beberapa jenis lebah, tawon, semut dan kepik).

Stylet : alat penusuk pada serangga yang mempunyai alat mulut bertipe pencucuk-penghisap; bentuknya seperti jarum.

Subimago : instar bersayap yang segera berkembang menjadi serangga dewasa matang kawin; pada lalat sehari.

Tabung malfigi : organ pengeluaran urin serangga, yang berupa pipa panjang yang bermuara pada usus belakang.

Tegmina : sayap depan berupa kulit pada bangsa belalang.

Toraks : dada; daerah tengah (kedua) dari tubuh serangga.

Vena palsu : garis tebal serupa vena diantara vena sejati radius dan median pada lalat apung dewasa.

Pustaka : Nugroho Susetya Putra.1994. Serangga Di Sekitar Kita. Kanisius, Yogyakarta.

 

Leave a Reply