Oleh : Didi Darmadi
Alumni Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) N Kepahiang-Bengkulu. E-mail: ma_di@plasa.com
A. BAKTERI
Bakteri pada umumnya sukar dan hamper tidak dapat dibasmi dengan obat-obatan. Usaha untuk mengendalikan atau untuk mengurangi populasi bakteri dalam tanah dapat dilaksanakan dengan jalan “fumigasi” atau mensterilkan tanah dengan uap air, bisanya usaha tersebut terlalu mahal.
Usaha yang paling mijarab untuk mengendalikan bakteri adalah dengan :
-
Menanam jenis tanaman yang immuun atau resisten.
-
Mengadakan rotasi tanaman. Jangan menanam satu jenis tanaman terus-menerus di suatu tempat, bila jenis tersebut merupakan tanaman yang mudah diserang oleh bakteri tertentu.
-
Usahakan kultur teknis yang khas untuk menghindarkan adanya penularan, misalnya dengan mengurangi ulangan marimbas dalam musim hujan.
Tindakan ini akan mengurangi percikan tanah yang dapat mempercepat penularan penyakit bakteri. Praktek ini dilaksanakan dalam pemeliharaan tanaman kol., untuk menghindarkan seranggan bacterium Campestris.
B. CENDAWAN
Menghadapi penyakit cendawan relative lebih mudah daripada bakteri, landasannya adalah :
-
Adakan pengawasan yang ketat. Sekali ada kelompok cendawan menyusup dalam tanaman kita, berarti hasilnya sedikit banyak akan menurun.
-
Adakan usaha preventif, dalam arti kata pencegahan, dengan menutup seluruh bagian tanaman dengan fungisida, sebelum cendawan menyusup.
-
Bila ternyata kita sudah kebobolan usahakan pencegahan penularan yang lebih luas (menghentikan infeksi).
-
Adakan penyemprotan fungisida beberapa kali. Iklim kan menentukan beberapa kalai akan dilakukan penyemprotan.
Usaha yang mujarap untuk menegndalikan penyakit cendawan adalah :
-
Menanam jenis tanman yang resisten.
-
Usahakan menanam menanam jenis-jenis yang peka sebanyak mungkin dalam musim kemarau, jika pengairan masih memungkinkan.
C. VIRUS
Usaha untuk mencegah adanya penularan hanya dapat dilaksanakan tidak secara langsung terhadap virusnya sendiri.
Untuk menghindarkan adanya virus didalam tanaman kita sedini mungkin, tindakan-tindakan dibawah ini perlu dilaksanakan ;
-
Usahakan menanam bibit yang telah dinyatakan bebas virus.
-
Usahakan menanam jenis tanman yang resisten
-
Mengendaliakn serangga vector dari virus tersebut.
-
Usahakan kebersihan yang sebaik-baiknya dalam menanam bibit yang mudah dihinggapi virus.
-
PENYAKIT atau HAMA NEMATODA
Nematode walaupun ukurannya lebih besar dari pada ketiga penyakit yang telah disebutkan sebelumnya, tetap saja susah untuk diatasi.
Salah satu kultur teknik yang kini sudah banyak dilupakan adalah penanaman rabuk hijau. Rabuk hijau Clotalaria usaramuensis, merupakan leguminosa yang sagat tidak disukai oleh sejenis nematode Heterodera marioni. Denagn menanam clotalaria tersebut maka nematode tadi akan kelaparan dengan sendirinya populasinya akan sangat tertekan.
Penanaman tagets, atau bunga kenikir dapat pula menghalau beberapa jenis nematode.
Pustaka : Rismunandar.1981. Penyakit Tanaman Pangan dan Pengendaliannya. Sinar Baru, Bandung.
