<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>WELUT PUTIH</title>
	<atom:link href="http://mablu.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mablu.wordpress.com</link>
	<description>Licin Dan Gesit Mencari Uang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Nov 2009 05:19:27 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='mablu.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/191bcbe3435d5a28d628fb7bb0741d5e?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>WELUT PUTIH</title>
		<link>http://mablu.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Tulisan Berikutnya</title>
		<link>http://mablu.wordpress.com/2009/11/01/45/</link>
		<comments>http://mablu.wordpress.com/2009/11/01/45/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 05:19:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mablu</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mablu.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[RDKK dan SISTEM PENYEDIAAN PUPUK BERSUBSIDI


Tujuan penyusunan RDKK (Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok Tani) adalah :
1)      Merencanakan kebutuhan riil pupuk untuk usaha tani tanaman pangan, hortikultura, perkebunan rakyat/kecil, tanaman hijauan makanan ternak sesuai azas 6 (enam) tepat waktu yaitu tepat jumlah, tepat jenis, tepat mutu, tepat waktu, tepat tempat, dan tepat hijau.
2)      Menyalukan pupuk bersubsidi sesuai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mablu.wordpress.com&blog=2352655&post=45&subd=mablu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><span style="color:#339966;"><strong><span style="color:#0000ff;">RDKK</span> dan <span style="color:#ff0000;">SISTEM PENYEDIAAN PUPUK BERSUBSIDI</span></strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#339966;"><strong><span style="color:#ff0000;"></p>
<div id="attachment_46" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://mablu.files.wordpress.com/2009/11/foto-pupuk.jpg"><img class="size-full wp-image-46" title="foto-pupuk" src="http://mablu.files.wordpress.com/2009/11/foto-pupuk.jpg?w=300&#038;h=225" alt="foto-pupuk" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Salah Satu contoh pupuk Bersubsidi</p></div>
<p></span></strong></span></p>
<p>Tujuan penyusunan <strong>RDKK <em>(Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok Tani)</em></strong> adalah :</p>
<p>1)      Merencanakan kebutuhan riil pupuk untuk usaha tani tanaman pangan, hortikultura, perkebunan rakyat/kecil, tanaman hijauan makanan ternak sesuai azas 6 (enam) tepat waktu yaitu tepat jumlah, tepat jenis, tepat mutu, tepat waktu, tepat tempat, dan tepat hijau.</p>
<p>2)      Menyalukan pupuk bersubsidi sesuai dengan peruntukannya.</p>
<p>3)      Membina petani dalam usahatani secara berencana.</p>
<p>Sasaran penyusunan RDKK adalah, terpenuhinya kebutuhan riil petani tanaman pangan, hortikultura, perkebunan rakyat/kecil, tanaman hijauan makanan ternak memperoleh pupuk bersubsidi sesuai dengan peruntukan, dan terbinanya petani dalam berusahatani secara berencana.</p>
<p><strong>Pelaksanaan penyusunan RDKK </strong></p>
<ol>
<li><strong>1. </strong><strong>Penyusunan RDKK</strong></li>
</ol>
<p>RDKK sebagai dasar rencana pelayanan pupuk bersubsidi dari pengecer resmi yang akan dibeli oleh petani/kelompok tani secara tunai.</p>
<p>Tahapan penyusunan RDKK pupuk bersubsidi adalah sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Pertemuan pengurus kelompok tani yang terdiri dari kontak tani/ketua kelompok tani, kelompok tani, sekretaris, bendahara dan kepala-kepala seksi.</li>
<li>Musyawarah anggota kelompoktani dipimpin olek kontaktani/ketua  kelompok tani untuk menyusun daftar kebutuhan riil yang akan digunakan dari tiap anggota eompoktani dan menetapkan jumlah, jenis, dan waktu pupuk tersebut dibutuhkan. Daftar yang disusun akan berfugnsi sebagai pesan petani/ kelompok tani untuk membahas dan merumuskan RDKK dengan menampung hasil musyawarah aggota kelompok tani tentang recana kebutuhan kelompok tani.</li>
<li>Pertemuan pengurus kelompok tani untuk membahas dan merumuskan RDKK dengan menampung hasil musyawarah anggota kelompok tani tentang rencana kebutuhan kelompok tani.</li>
<li>Meneliti kelengkapan RDKK penandatanganan RDKK oleh kontaktani/ ketua kelompoktani yang diketahui oleh kepala desa dan disetujui oleh Kepala Cabang Dinas Pertanian (KCD) atau Mantri tani (Mantan).</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li><strong>2. </strong><strong>Tahap Pengiriman RDKK</strong></li>
</ol>
<p>Proses pengiriman RDKK dapat dilakukan dengan tahapan sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>RDKK disusun sebagai instrumen pesanan pupuk.</li>
<li>RDKK disusun rangkap 3 (tiga) dan setelah ditandatangani, untuk lembar pertama segera dikirimkan kepengecer resmi sebagai pesanan pupuk, lembar kedua dikirim kemantri tani/KCD/ PPL dan lebar ketiga merupakan arsip di kelompok tani.</li>
<li>Pengecer resmi menyusun rekapitulasi RDKK berdasarkan RDKK yang diterima dari kelompok tani yang menjadi binaannya untuk diajukan kedistributor pupuk yang ditunjuk oleh produsen pupuk.</li>
<li>Penilaian atas rekapitulasi RDKK disesuaikan dengan rencana/sasaran areal tanam setempat oleh mantra tani/KCD/PPL dan diketahui oleh kepala desa.</li>
<li>Mantri tani/KCD/PPL menyusun rekapitulasi RDKK dari kelompok tani dan disampaikan kepada Dinas Pertanian Kabupaten/ Kota sebagai dasar Dinas Pertanian Kabupaten/ kota untuk melakukan penyesuaian dengan kuota/ alokasi kebutuhan pupuk bersubsidi yang ditetapkan dalam keputusan bupati/ Walikota.</li>
<li>Dinas Pertanian Kabupaten/ Kota menyusun rekapitulasi RDKK dari Mantri tani/KCD/ PPL untuk dilaporkan dan dikoordinasikan dengan Dinas Pertanian Propinsi dalam melakukan Kontrolbersubsidi sesuai kebutuhan wilayah setempat mengacu kepada rencana kebutuhan yang ditetapkan dalam keputusan Gubernur/ Permentan.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li><strong>3. </strong><strong>Tahap Penyaluran</strong></li>
</ol>
<p>Penyaluran pupuk bersubsidi dapat dilakukan oleh pengecer resmi dan kelompoktani/ koprasi tani sepanjang terdaftar ditunjukkan sebagi pengecer resmi dengan tahapan sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Pengecer resmi mengatur jadual pertemuan dengan ketua kelompoktanidan petani untuk menyalurkan pupuk bersubsidi.</li>
<li>Pengecer resmi melakukan konfirmasi ulang terhadap data yang tercantum dalam RDKK guna mengantisipasi adanya perubahan usulan petani dan penyalah gunaan peruntukan pupuk bersubsidi.</li>
<li>Petani/ kelompok tani menerima pupuk dari pengecer resmi dalam bentuk pupuk sesuai dengan kesepakatan yang telah diputuskan bersama sebelumnya.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pengisian dan pengajuan RDKK</strong></p>
<p>Pengisian dan pengajuan RDKK untuk pupuk bersubsidi oleh petani dilakukan melalui kelompok tani tanman pangan. Bagi petani tanaman pangan, patani hortikultura, petani perkebunan rakyat/kecil, dan petani tanaman hijau makanan ternak yang belum mempuyai kelompok tani di masa transisi (mengingat priode musim tanam Oktober-Maret 2005/ 2006 yaitu sampai dengan maret 2006), dapt dilayani secara perorangan dengan tetap mengisi dan menagjukan RDKK melalui bimbingan petugas setempat yang berwenag, namun disarankan agar segera menumbuhkan kelompok tani.</p>
<p>Formulir RDKK disediakan, diperbanyak dan diedarkan oleh Dinas Pertanian Propinsi melalui dana Dekonsentrasi dan APBD Tk I, dengan format tertera pada lampiran 2.</p>
<p>Adapun cara pengisian formulir RDKK sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Musim Tanam</li>
<li>Propinsi/ Kabupaten/ Kecamatan/ Desa</li>
<li>Nama Kelompok Tani</li>
<li>Komoditi: untuk tanaman pangan, hortikultura, perkebunan rakyat/ kecil, tanaman makanan hijauan makanan ternak</li>
<li>Nama distributor / pengecer resmi : tulis denaga jelas</li>
<li>Nama petani : tulis petani yang akan membutuhkan/ membeli pupuk bersubsidi sesuai kondisi usaha taninya.</li>
<li>Luas tanaman : tulis luas areal tanaman membutuhkan pupuk bersubsidi.</li>
<li>Jumlah kebutuhan pupuk : tulis jumlah pupuk yang dibutuhkan sesuai komoditi dan luas areal tanam usahatani, dan rekomendasi dosis pemupukan untuk wilayah setempat.</li>
<li>Tanggal pegunaan : disesuaikan dengan jadual tanam/ penggunaan pupuk.</li>
</ol>
<p>Setelah RDKK diisi, tandatangani oleh kontaktani/ ketua kelompoktani yang disetujui oleh Kepala Cabang Dinas Pertanian (KCD) atau Manti Tani (Mantan) dan diketahui oleh kepala Desa/ Lurah untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan prosedur.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber :</p>
<p><em>Sinar </em>Tani<em> Edisi 12 – 18 Juli 2006 No. 3158 tahun XXXVI</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mablu.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mablu.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mablu.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mablu.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mablu.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mablu.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mablu.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mablu.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mablu.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mablu.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mablu.wordpress.com&blog=2352655&post=45&subd=mablu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mablu.wordpress.com/2009/11/01/45/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0a0b1ee3ca33ffea6e94040ebda87e23?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mablu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mablu.files.wordpress.com/2009/11/foto-pupuk.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">foto-pupuk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JENIS-JENIS HAMA PENGEREK BATANG PADI</title>
		<link>http://mablu.wordpress.com/2008/01/24/jenis-jenis-pengerek-hama-batang-padi/</link>
		<comments>http://mablu.wordpress.com/2008/01/24/jenis-jenis-pengerek-hama-batang-padi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jan 2008 15:53:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mablu</dc:creator>
				<category><![CDATA[jenis-jenis hama pengerek batang PADI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mablu.wordpress.com/2008/01/24/jenis-jenis-pengerek-hama-batang-padi/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Didi Darmadi
Alumni Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) N Kepahiang-Bengkulu. E-mail: ma_di@plasa.com
 
&#160;


Pengerek 	Batang Padi Putih(Tryporyza innotata)


Tryporyza innotata dinamakan pengerek batang padi putih karena ngegatnya berwarna putih. Dahulu hama ini dikenal hama yang menghuni hamparan sawah tadah hujan. Hama ini dominan didaerah tadah hujan karena ham aini mampu berpuasa 3 sampai 6 bulan pada saat tanah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mablu.wordpress.com&blog=2352655&post=39&subd=mablu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p STYLE="margin-bottom: 0" ALIGN="center"><font COLOR="#000000"><font FACE="Papyrus, cursive"><font SIZE="4"><b>Oleh : Didi Darmadi</b></font></font></font></p>
<p STYLE="margin-bottom: 0" ALIGN="center"><font SIZE="2"><font FACE="Bodoni MT, serif"><font COLOR="#000000">Alumni Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) N Kepahiang-Bengkulu. E-mail: ma_di@plasa.com</font></font></font></p>
<p STYLE="margin-bottom: 0" ALIGN="justify"> <a TITLE="pengerek batang padi" HREF="http://mablu.files.wordpress.com/2008/01/pengerek-batang-padi.png"><img ALT="pengerek batang padi" SRC="http://mablu.files.wordpress.com/2008/01/pengerek-batang-padi.png" /></a></p>
<p STYLE="margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="center">&nbsp;</p>
<ol>
<li>
<p STYLE="margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><font FACE="Arial, sans-serif">Pengerek 	Batang Padi Putih<i>(Tryporyza innotata)</i></font></p>
</li>
</ol>
<p STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><font FACE="Arial, sans-serif"><i>Tryporyza innotata </i>dinamakan pengerek batang padi putih karena ngegatnya berwarna putih. Dahulu hama ini dikenal hama yang menghuni hamparan sawah tadah hujan. Hama ini dominan didaerah tadah hujan karena ham aini mampu berpuasa 3 sampai 6 bulan pada saat tanah sedang kering dan tidak ada tanaman padi. Namun demikian hama ini justru lebih banyak ditemukan didaerah berpengairan teknisseperti di jalur pantura (pantai utara jawa). Perubahan prilaku ini diduga merupakan akibat dari pembangunan saluran irigasi dan pengaruh pestisida yang digunakan secara terus menerus.</font></p>
<p STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<ol>
<li>
<p STYLE="margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><font FACE="Arial, sans-serif">Pengerek 	Batang Padi Kuning <i>(Scirpopaga incertulas)</i></font></p>
</li>
</ol>
<p STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><font FACE="Arial, sans-serif"><i>Scirpopaga incertulas </i>atau disebut juga Tryporyza incertulas dkenal sebagai pengerek batang padi kuning karena ngegatnya berwarna kuning kecoklatan. Ciri lain dari ngegat ini adalah titik hitam dibagian belakang sayap depannya. Pada ngegat betina titik hitam ini lebih besar dan lebih jelas disbanding dengan titik hitam yang ada pada ngegat jantan. Dahulu hama ini dikenal sebagai hama yang ada pada pengairan yang baik dimana ngegat tidak mengalami masa puasa. Namun demikian kini hama ini justru menyebar di daerah yang menanam padi dua kali setahun.</font></p>
<p STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<ol>
<li>
<p STYLE="margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><font FACE="Arial, sans-serif">Pengerek 	Batang Padi Merah Jambu <i>(Sesamia inferen)</i></font></p>
</li>
</ol>
<p STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><font FACE="Arial, sans-serif"><i>Sesamia inferen </i>disebut sedagai pengerek batang padi merah jambu karena ulatnya berwarna merah jambu. Pengerek batang ini tidaklah sepenting pengerek batang padi putih dan pengerek batang padi kuning. Populasinnya hanya sedikit dan belum pernah dilaporkan yang mengakibatkan kerusakan serius. Pengerek batang padi merah jambu hanya menyerang bersama-sama dengan pengerek batang padi kuning atau pengerek batang apadi putih.</font></p>
<p STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<ol>
<li>
<p STYLE="margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><font FACE="Arial, sans-serif">Pengerek 	Batang Padi Bergaris <i>( Chilo supressalis)</i></font></p>
</li>
</ol>
<p STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><font FACE="Arial, sans-serif"><i>Chilo supressalis </i>disebut pengerek batang apdi bergaris karena ulatnya memiliki dua garis memanjang. Hama ini juga tidak terlalu mengakibatkan kerusakan yang berarti pada tanaman padi.</font></p>
<p STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<ol>
<li>
<p STYLE="margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><font FACE="Arial, sans-serif">Pengerek 	Batang Padi Berkepala Hitam <i>(Chilo polychrysus)</i></font></p>
</li>
</ol>
<p STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><font FACE="Arial, sans-serif"><i>Chilo polychrysus </i>disebut pengerek batang padi berkepala hitam karena ngengatnya berkepala hitam. Dan hama ini juga tidak menimbulkan kerusakan yang berarti pada tanaman padi.</font></p>
<p STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<ol>
<li>
<p STYLE="margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><font FACE="Arial, sans-serif">Pengerek 	Batang Padi Mata Bertungkai <i>(Diopsis macropthalma)</i></font></p>
</li>
</ol>
<p STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><font FACE="Arial, sans-serif"><i>Diopsis macropthalma </i>disebut penegerek batang padi mata bertangkai karena bagian kepalanya mempunyai tonjolan berwarna merah yang bagian ujungnya membulat seperti mata yang bertangkai. Hama ini ditemukan dibenua Afrika.</font></p>
<p STYLE="margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<p STYLE="margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><font FACE="Arial, sans-serif"><b>BEBERAPA MUSUH ALAMI DARI HAMA PENGEREK BATANG PADI :</b></font></p>
<p STYLE="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><font FACE="Arial, sans-serif">pada saat pengerek batang padi masih berupa telur, pengerek batang padi ini mempunyai musuh alami sebagai berikut :</font></p>
<p STYLE="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<ol>
<li>
<p STYLE="margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><b><font FACE="Arial, sans-serif">Parasit 	Telur Telenomus</font></b></p>
</li>
</ol>
<p STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><font FACE="Arial, sans-serif">Parasit telur Telenomus <i>(Telenomus rowani;Hymenoptera;Scelionidae)</i> merupakan parsit kecil berwarna hitam yang memparasiti telur-telur pengerek batang padi.tabuhan telenomus mencari ngegat betina pengerek batang yang telah siap bertelur dan kemudian hinggap di ujung perut ngegat dewasa, dekat dengan <i>ovipositor (</i>alat untuk meletakkan telur). Ketika ngegat mulai bertelur, tabuhan ini segera menitipkan telurnya dengan menyuntikkan kedalam telur-telur yang abru keluar dari ngegat-ngengat dewasa. Setelah 10-14 hari, yang keluar dari kelompok telur tersebut bukan ulat pengerek batang padi namun yang keluar tersebut adalah tabuhan telenomus baru yang siap mengamankan sawah dari serangan pengerek batang padi. Tingkat parasitasi tabuhan telenomus dilapangan adalah antara 36%-90%.</font></p>
<p STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<ol>
<li>
<p STYLE="margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><b><font FACE="Arial, sans-serif">Parasit 	Trichogramma</font></b></p>
</li>
</ol>
<p STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><font FACE="Arial, sans-serif">Parasit Trichogramma <i>(Trichogramma japonicum; Hymenoptera; Trichogrammitidae) </i>ini berwarna hitam, lebih kecil dari semut. Hama ini sering muncul dari kelompok telur pengerek batang. Parasit ini meletakkan telur dengan menyuntikkan ovipositornya diantara bulu-bulu halus yang menutup telur. Telur parasit diletakkan satu per satu pada tiap telur pengerek batang. Tingkat parsitasi dilapangan berkisar antara 40%.</font></p>
<p STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<ol>
<li>
<p STYLE="margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><b><font FACE="Arial, sans-serif">Jangkrik 	Ekor Pedang</font></b></p>
</li>
</ol>
<p STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><font FACE="Arial, sans-serif">Jangkrik ekor pedang <i>(Metioche vittaticollis atau Anaxpha longipennis; Orthroptera: Gryllidae) </i>merupakan jangkrik pemangsa. Jangkrik ini disebut jangkrik ekor pedang karena memiliki ekor seperti pedang. Cirri lain dari jangkrik ekor pedang adalah sungutnya yang panjang sehingga dibeberapa tempat jangkrik ini juga disebut jangkrik sungut panjang.bukan hanya jangkrik dewasa, jangkrik ekor pedang muda pun merupakan pemangsa kelompok telur pengerek batang padi yang rakus.</font></p>
<p STYLE="margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<p STYLE="text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><font FACE="Arial, sans-serif">Dan masih banyak musuh-musuh lami yang lain, yang memangsa dari hama pengerek batang padi sesuai dengan fase-fase dari hama pengerek batang tersebut. Musuh-musuh alami ini dapat digunakan dalam pertanian organic yang memamnfaatkan musuk alami sebagai pengendali hama dan bukan mengunakan pestisida yang dapat membunuh segala macam mahluk hidup yang ada diekosistem tersebut.</font></p>
<p STYLE="margin-left: 1.88in; text-indent: -1.88in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><font SIZE="2"><font FACE="Arial, sans-serif"><font COLOR="#000080">Pustaka :Handoko Widagdo.1994. <i>Pengendalian Hama Pengerek Batang Padi</i>. Andi Offset, Yogyakarta.</font></font></font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mablu.wordpress.com/39/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mablu.wordpress.com/39/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mablu.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mablu.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mablu.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mablu.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mablu.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mablu.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mablu.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mablu.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mablu.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mablu.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mablu.wordpress.com&blog=2352655&post=39&subd=mablu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mablu.wordpress.com/2008/01/24/jenis-jenis-pengerek-hama-batang-padi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0a0b1ee3ca33ffea6e94040ebda87e23?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mablu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menghadapi penyakit virus, cendawan, bakteri dan nematoda</title>
		<link>http://mablu.wordpress.com/2008/01/24/menghadapi-penyakit-virus-cendawan-bakteri-dan-nematoda/</link>
		<comments>http://mablu.wordpress.com/2008/01/24/menghadapi-penyakit-virus-cendawan-bakteri-dan-nematoda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jan 2008 15:50:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mablu</dc:creator>
				<category><![CDATA[macam-macam penyakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mablu.wordpress.com/2008/01/24/menghadapi-penyakit-virus-cendawan-bakteri-dan-nematoda/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Didi Darmadi
Alumni Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) N Kepahiang-Bengkulu. E-mail: ma_di@plasa.com

&#160;
A. BAKTERI
Bakteri pada umumnya sukar dan hamper tidak dapat dibasmi dengan obat-obatan.  Usaha untuk mengendalikan atau untuk mengurangi populasi bakteri dalam tanah dapat dilaksanakan dengan jalan “fumigasi” atau mensterilkan tanah dengan uap air, bisanya usaha tersebut terlalu mahal.
Usaha yang paling mijarab untuk mengendalikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mablu.wordpress.com&blog=2352655&post=38&subd=mablu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p ALIGN="center" STYLE="margin-bottom: 0"><font COLOR="#000000"><font FACE="Papyrus, cursive"><font SIZE="4"><b>Oleh : Didi Darmadi</b></font></font></font></p>
<p ALIGN="center" STYLE="margin-bottom: 0"><font SIZE="2"><font FACE="Bodoni MT, serif"><font COLOR="#000000">Alumni Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) N Kepahiang-Bengkulu. E-mail: </font></font></font><font COLOR="#0000ff"><a HREF="mailto:ma_di@plasa.com"><span STYLE="text-decoration: none"><font SIZE="2"><font FACE="Bodoni MT, serif"><font COLOR="#000000">ma_di@plasa.com</font></font></font></span></a></font></p>
<p ALIGN="center" STYLE="margin-bottom: 0"><a TITLE="padi hawar daun" HREF="http://mablu.files.wordpress.com/2008/01/padi-hawar-daun.jpg"><img ALT="padi hawar daun" SRC="http://mablu.files.wordpress.com/2008/01/padi-hawar-daun.jpg" /></a></p>
<p ALIGN="center" STYLE="margin-bottom: 0">&nbsp;</p>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-bottom: 0"><font COLOR="#003300"><font FACE="Papyrus, cursive">A. BAKTERI</font></font></p>
<p ALIGN="justify" STYLE="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0; line-height: 150%"><font FACE="Papyrus, cursive"><font COLOR="#800080">Bakteri pada umumnya sukar dan hamper tidak dapat dibasmi dengan obat-obatan.  Usaha untuk mengendalikan atau untuk mengurangi populasi bakteri dalam tanah dapat dilaksanakan dengan jalan “fumigasi” atau mensterilkan tanah dengan uap air, bisanya usaha tersebut terlalu mahal.</font></font></p>
<p ALIGN="justify" STYLE="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0; line-height: 150%"><font COLOR="#800080"><font FACE="Papyrus, cursive">Usaha yang paling mijarab untuk mengendalikan bakteri adalah dengan :</font></font></p>
<ol>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-bottom: 0; line-height: 150%"><font COLOR="#800080"><font FACE="Papyrus, cursive">Menanam 	jenis tanaman yang immuun atau resisten.</font></font></p>
</li>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-bottom: 0; line-height: 150%"><font COLOR="#800080"><font FACE="Papyrus, cursive">Mengadakan 	rotasi tanaman. Jangan menanam satu jenis tanaman terus-menerus di 	suatu tempat, bila jenis tersebut merupakan tanaman yang mudah 	diserang oleh bakteri tertentu.</font></font></p>
</li>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-bottom: 0; line-height: 150%"><font COLOR="#800080"><font FACE="Papyrus, cursive">Usahakan 	kultur teknis yang khas untuk menghindarkan adanya penularan, 	misalnya dengan mengurangi ulangan marimbas dalam musim hujan.</font></font></p>
</li>
</ol>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0; line-height: 150%"><font COLOR="#800080"><font FACE="Papyrus, cursive">Tindakan ini akan mengurangi percikan tanah yang dapat mempercepat penularan penyakit bakteri. Praktek ini dilaksanakan dalam pemeliharaan tanaman kol., untuk menghindarkan seranggan bacterium Campestris.</font></font></p>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-bottom: 0; line-height: 150%">&nbsp;</p>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-bottom: 0; line-height: 150%"><font COLOR="#333399"><font FACE="Papyrus, cursive">B. CENDAWAN</font></font></p>
<p ALIGN="justify" STYLE="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0; line-height: 150%"><font FACE="Papyrus, cursive"><font COLOR="#333399">Menghadapi penyakit cendawan relative lebih mudah daripada bakteri, landasannya adalah :</font></font></p>
<ol>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-bottom: 0; line-height: 150%"><font COLOR="#333399"><font FACE="Papyrus, cursive">Adakan 	pengawasan yang ketat. Sekali ada kelompok cendawan menyusup dalam 	tanaman kita, berarti hasilnya sedikit banyak akan menurun.</font></font></p>
</li>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-bottom: 0; line-height: 150%"><font FACE="Papyrus, cursive"><font COLOR="#333399">Adakan 	usaha preventif, dalam arti kata pencegahan, dengan menutup seluruh 	bagian tanaman dengan fungisida, sebelum cendawan menyusup.</font></font></p>
</li>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-bottom: 0; line-height: 150%"><font COLOR="#333399"><font FACE="Papyrus, cursive">Bila 	ternyata kita sudah kebobolan usahakan pencegahan penularan yang 	lebih luas (menghentikan infeksi).</font></font></p>
</li>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-bottom: 0; line-height: 150%"><font COLOR="#333399"><font FACE="Papyrus, cursive">Adakan 	penyemprotan fungisida beberapa kali. Iklim kan menentukan beberapa 	kalai akan dilakukan penyemprotan.</font></font></p>
</li>
</ol>
<p ALIGN="justify" STYLE="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0; line-height: 150%"><font COLOR="#333399"><font FACE="Papyrus, cursive">Usaha yang mujarap untuk menegndalikan penyakit cendawan adalah :</font></font></p>
<ol>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-bottom: 0; line-height: 150%"><font COLOR="#333399"><font FACE="Papyrus, cursive">Menanam 	jenis tanman yang resisten.</font></font></p>
</li>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-bottom: 0; line-height: 150%"><font COLOR="#333399"><font FACE="Papyrus, cursive">Usahakan 	menanam menanam jenis-jenis yang peka sebanyak mungkin dalam musim 	kemarau, jika pengairan masih memungkinkan.</font></font></p>
</li>
</ol>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-bottom: 0; line-height: 150%">&nbsp;</p>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-bottom: 0; line-height: 150%"><font COLOR="#333300"><font FACE="Papyrus, cursive">C. VIRUS</font></font></p>
<p ALIGN="justify" STYLE="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0; line-height: 150%"><font COLOR="#333300"><font FACE="Papyrus, cursive">Usaha untuk mencegah adanya penularan hanya dapat dilaksanakan tidak secara langsung terhadap virusnya sendiri.</font></font></p>
<p ALIGN="justify" STYLE="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0; line-height: 150%"><font COLOR="#333300"><font FACE="Papyrus, cursive">Untuk menghindarkan adanya virus didalam tanaman kita sedini mungkin, tindakan-tindakan dibawah ini perlu dilaksanakan ;</font></font></p>
<ol>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-bottom: 0; line-height: 150%"><font COLOR="#333300"><font FACE="Papyrus, cursive">Usahakan 	menanam bibit yang telah dinyatakan bebas virus.</font></font></p>
</li>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-bottom: 0; line-height: 150%"><font COLOR="#333300"><font FACE="Papyrus, cursive">Usahakan 	menanam jenis tanman yang resisten</font></font></p>
</li>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-bottom: 0; line-height: 150%"><font COLOR="#333300"><font FACE="Papyrus, cursive">Mengendaliakn 	serangga vector dari virus tersebut.</font></font></p>
</li>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-bottom: 0; line-height: 150%"><font FACE="Papyrus, cursive"><font COLOR="#333300">Usahakan 	kebersihan yang sebaik-baiknya dalam menanam bibit yang mudah 	dihinggapi virus.</font></font></p>
</li>
</ol>
<ol>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-bottom: 0; line-height: 150%"><font COLOR="#666633"><font FACE="Papyrus, cursive">PENYAKIT 	atau HAMA NEMATODA</font></font></p>
</li>
</ol>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0; line-height: 150%"><font COLOR="#666633"><font FACE="Papyrus, cursive">Nematode walaupun ukurannya lebih besar dari pada ketiga penyakit yang telah disebutkan sebelumnya, tetap saja susah untuk diatasi.</font></font></p>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0; line-height: 150%"><font FACE="Papyrus, cursive"><font COLOR="#666633">Salah satu kultur teknik yang kini sudah banyak dilupakan adalah penanaman rabuk hijau. Rabuk hijau <i>Clotalaria usaramuensis</i>, merupakan leguminosa yang sagat tidak disukai oleh sejenis nematode <i>Heterodera marioni.</i> Denagn menanam clotalaria tersebut maka nematode tadi akan kelaparan dengan sendirinya populasinya akan sangat tertekan.</font></font></p>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0; line-height: 150%"><font COLOR="#666633"><font FACE="Papyrus, cursive">Penanaman tagets, atau bunga kenikir dapat pula menghalau beberapa jenis nematode.</font></font></p>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-bottom: 0; line-height: 150%">&nbsp;</p>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-left: 1.63in; text-indent: -1.63in; margin-bottom: 0; line-height: 150%"><font FACE="Papyrus, cursive"><font COLOR="#ff00ff">Pustaka : Rismunandar.1981. <i>Penyakit Tanaman Pangan dan Pengendaliannya</i>. Sinar Baru, Bandung.</font></font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mablu.wordpress.com/38/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mablu.wordpress.com/38/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mablu.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mablu.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mablu.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mablu.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mablu.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mablu.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mablu.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mablu.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mablu.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mablu.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mablu.wordpress.com&blog=2352655&post=38&subd=mablu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mablu.wordpress.com/2008/01/24/menghadapi-penyakit-virus-cendawan-bakteri-dan-nematoda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0a0b1ee3ca33ffea6e94040ebda87e23?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mablu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hama dan penyakit tanaman kelapa sawit</title>
		<link>http://mablu.wordpress.com/2008/01/24/hama-dan-penyakit-tanaman-kelapa-sawit/</link>
		<comments>http://mablu.wordpress.com/2008/01/24/hama-dan-penyakit-tanaman-kelapa-sawit/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jan 2008 15:46:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mablu</dc:creator>
				<category><![CDATA[hama dalam tanaman kelapa sawit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mablu.wordpress.com/2008/01/24/hama-dan-penyakit-tanaman-kelapa-sawit/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Didi Darmadi
Alumni Sekolah Pertanian Pembanguan (SPP) N Kepahiang-Bengkulu. E-mail: ma_di@plasa.com
&#160;
&#160;
Tanaman kelapa sawit termasuk tanaman yang kuat karena serangan hama dan penyakit jarang membahayakan.
 
&#160;
HAMA PENTING PADA KELAPA SAWIT


Hama 	Nematoda


Penyebab : Nematoda Rhadinaphelenchus cocophilus
Gejala  yang terserang hama ini :


Daun 	baru yang akan membuka menjadi tergulung dan tumbuh tegak.


Daun 	berubah menjadi kuning kemudian mongering.


Tandan 	bunga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mablu.wordpress.com&blog=2352655&post=36&subd=mablu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p ALIGN="center" STYLE="line-height: 100%" CLASS="western"><font COLOR="#000000"><font FACE="Papyrus, cursive"><font SIZE="4"><b>Oleh : Didi Darmadi</b></font></font></font></p>
<p ALIGN="center" STYLE="line-height: 100%" CLASS="western"><font SIZE="2"><font FACE="Bodoni MT, serif"><font COLOR="#000000">Alumni Sekolah Pertanian Pembanguan (SPP) N Kepahiang-Bengkulu. E-mail: ma_di@plasa.com</font></font></font></p>
<p ALIGN="center" STYLE="line-height: 100%">&nbsp;</p>
<p ALIGN="left" STYLE="line-height: 100%" CLASS="western">&nbsp;</p>
<p STYLE="text-indent: 0.50in" CLASS="western">Tanaman kelapa sawit termasuk tanaman yang kuat karena serangan hama dan penyakit jarang membahayakan.</p>
<p STYLE="text-indent: 0.50in" CLASS="western"> <a TITLE="kelapa sawit" HREF="http://mablu.files.wordpress.com/2008/01/kelapa-sawit.gif"><img ALT="kelapa sawit" SRC="http://mablu.files.wordpress.com/2008/01/kelapa-sawit.gif" /></a></p>
<p CLASS="western">&nbsp;</p>
<p ALIGN="left" STYLE="margin-bottom: 0.08in; line-height: 200%"><b>HAMA PENTING PADA KELAPA SAWIT</b></p>
<ol>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="line-height: 150%" CLASS="western"><b>Hama 	Nematoda</b></p>
</li>
</ol>
<p ALIGN="justify" STYLE="line-height: 150%" CLASS="western"><b>Penyebab</b> <b>: Nematoda</b> <b><i>Rhadinaphelenchus cocophilus</i></b></p>
<p ALIGN="left" STYLE="margin-bottom: 0.08in; line-height: 200%"><b>Gejala  yang terserang hama ini</b> :</p>
<ul>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="line-height: 150%" CLASS="western">Daun 	baru yang akan membuka menjadi tergulung dan tumbuh tegak.</p>
</li>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="line-height: 150%" CLASS="western">Daun 	berubah menjadi kuning kemudian mongering.</p>
</li>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="line-height: 150%" CLASS="western">Tandan 	bunga membusuk dan tidak membuka sehingga tidak menghasilkan buah.</p>
</li>
</ul>
<p ALIGN="left" STYLE="margin-bottom: 0.08in; line-height: 200%"><b>Pengendaliannya</b> : meracuni pohon yang terserang dengan natrium arsenit dan setelah mati / kering segera dibongkar untuk menghilangkan sumber infeksi.</p>
<ol>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="line-height: 150%"><b>Hama Tungau</b></p>
</li>
</ol>
<p ALIGN="left" STYLE="margin-bottom: 0.08in; line-height: 200%"><b>Penyebab : Tungau merah ( <i>Oligonychus </i>) </b></p>
<ol>
<li>
<ul>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="line-height: 150%">Tungau ini berukuran 		0,5 mm, hidup disepanjang tulang anak daun sambil mengisap cairan 		daun sehingga warna daun berubah menjadi mengkilat berwarna bronz.</p>
</li>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="line-height: 150%">Hama ini berkembang 		pesat dan membahayakan dalam keadaan cuaca kering pada musim 		kemarau.</p>
</li>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="line-height: 150%">Gangguan tungau pada 		pesemaian dapat mengakibatkan rusaknya bibit.</p>
</li>
</ul>
</li>
</ol>
<p ALIGN="left" STYLE="margin-left: 1in; text-indent: -1in; margin-bottom: 0.08in; line-height: 200%"><b>Pengendalian :</b> penyemprotan dengan akarisida Tetradifon (Tedion) 0,1 – 0,2 %. Racun ini dapat digunakan dengan baik karena tidak membunuh  musuh alaminya.</p>
<ol>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="line-height: 150%"><b>Hama serangga.</b></p>
</li>
</ol>
<ul>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="line-height: 150%">Hama ulat setora, 	<b><i>Setora nitens.</i></b></p>
</li>
</ul>
<p ALIGN="left" STYLE="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0.08in; line-height: 150%"> Kupu-kupu Setora meletakkan telurnya di bawah permukaan daun dekat pada ujungnya. Ulat Setora memakan daun dari bawah, sehingga kadang-kadang yang tersisa hanya lidinya saja.</p>
<p ALIGN="left" STYLE="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0.08in; line-height: 150%"> Pengendalian : Ulat ini dapat dikendalikan dengan penyemprotan racun kontak, misalnya Hostation 25 ULV, Sevin 85 ES, Dursban 20 EC dengan konsentrasi 0,2 – 0,3 %.</p>
<ul>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="line-height: 150%">Kumbang oryctes <b><i>, 	Oryctes rhinoceros</i></b></p>
</li>
</ul>
<p ALIGN="left" STYLE="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0.08in; line-height: 150%"> Gejala serangan : Kumbang dewasa masuk ke dalam daerah titik tumbuh dan memakan bagian yang lunak.bila serangan mengenai titik tumbuh, tanaman akan mati, tetapi bila makan bakal daun hanya menyebabkan daun dewasa rusak seperti terpotong gunting.</p>
<p ALIGN="left" STYLE="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0.08in; line-height: 150%"> Pengendalian : untuk mencegah berkembangnya hama ini, kebersihan di sekitar tanaman harus dijaga baik. Sampah-sampah atau pohon yang mati dibakar agar larva hama ini mati.</p>
<p ALIGN="left" STYLE="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0.08in; line-height: 150%"> Pemberantasan secara biologis dengan menggunakan cendawan <b><i>Metharrizium anisopliae </i></b>dan virus<b><i> Baculovirus oryctes.</i></b></p>
<ul>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="line-height: 150%"><b>The oil palm bunch 	moth</b></p>
</li>
</ul>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0.08in; line-height: 150%"><b>Penyebab  	</b>:  Ngengat <b><i>Tirathaba mundella</i></b></p>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0.08in; line-height: 150%"><b>Gejala serangan</b>	: Telur-telur Tirathaba diletakkan pada tandan buah terutama pada</p>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0.08in; line-height: 150%">        buah-buah yang telah masak atau busuk. Setelah menetas, ulat atau larva melubangi buah-buah muda atau memakan permukaan buah yang matang.</p>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0.08in; line-height: 150%"><b>Pengendalian</b>	: Ulat Tirathaba dapat dikendalikan dengan Dipterex atau Thiodan.</p>
<p ALIGN="left" STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0.08in; line-height: 150%"><b>Caranya sbb.</b>	: 0,55 kg Dipterex atau Thiodan dilarutkan dalam air sebanyak 370 liter (dosis per hektar) dan diaduk sampai merata, selanjutnya disemprotkan pada kelapa sawit yang terserang ulat Tirathaba tersebut.</p>
<ol>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="line-height: 150%"><b>Mamalia</b></p>
</li>
</ol>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0.08in; line-height: 150%"> Hama yang termasuk mamalia (binatang menyusui) adalah babi hutan dan kera. Hama ini sangat merusak tanaman kelapa sawit. Di beberapa daerah tertentu di Sumatera, gajah sering menyebabkan kerusakan yang serius pada tanaman kelapa sawit muda. Selain itu juga tikus (rodentia) merupakan hama yang merusak (memakan) buah kelapa sawit yang sudah tua.</p>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0.08in; line-height: 150%">&nbsp;</p>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-bottom: 0.08in; line-height: 150%"><b>PENYAKIT PENTING PADA KELAPA SAWIT</b></p>
<ol>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="line-height: 150%"><b>Penyakit akar 	Blast disease</b></p>
</li>
</ol>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0.08in; line-height: 150%"><b>Penyebab	</b><b>: cendawan <i>Rhyzoctonia lamellifera</i> dan <i>Phytium</i> sp.</b></p>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0.08in; line-height: 150%"><b>Gejala serangan  </b>:</p>
<ul>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="line-height: 150%">Bila menyerang 	pesemaian dapat menyebabkan kematian bibit secara mendadak.</p>
</li>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="line-height: 150%">Bila menyerang 	tanaman dewasa akan menyebabkan daun menjadi layu, kemudian tanaman 	mati.</p>
</li>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="line-height: 150%">Kalau perakaran 	tanaman dilihat, tampak adanya pembusukan pada akar.</p>
</li>
</ul>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0.08in; line-height: 150%"><b>Pengendalian :</b></p>
<ul>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="line-height: 150%">Pembuatan pesemaian 	yang baik agar pertumbuhan bibit sehat dan kuat.</p>
</li>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="line-height: 150%">Pemberian air irigasi 	pada musim kemarau dapat mencegah terjadinya gangguan penyakit ini.</p>
</li>
</ul>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-left: 0.25in; line-height: 150%">&nbsp;</p>
<ol>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="line-height: 150%"><b>Penyakit garis 	kuning pada daun</b></p>
</li>
</ol>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0.08in; line-height: 150%"><b>Penyebab		: cendawan <i>Fusarium oxysporum</i></b></p>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0.08in; line-height: 150%"><b>Gejala serangan	: </b></p>
<ul>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="line-height: 150%">Infeksi penyakit 	sudah terjadi pada saat daun belum membuka.</p>
</li>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="line-height: 150%">Setelah daun membuka 	akan tampak adanya bulatan-bulatan oval berwarna kuning pucat 	mengelilingi warna coklat tempat konidiofora.</p>
</li>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="line-height: 150%">Bagian-bagian 	tersebut kemudian mengering.</p>
</li>
</ul>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-left: 0.50in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0.08in; line-height: 150%"><b>Pengendalian :</b> Menanam bibit yang bebas dari infeksi penyakit ini.</p>
<ol>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="line-height: 150%"><b>Penyakit batang 	dry basal rot.</b></p>
</li>
</ol>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0.08in; line-height: 150%"><b>Penyebab		: cendawan <i>Ceratocyctis paradoxa.</i></b></p>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0.08in; line-height: 150%"><b>Gejala serangan	:</b></p>
<ul>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="line-height: 150%">Tandan buah yang 	sedang berbunga mengalami pembusukan.</p>
</li>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="line-height: 150%">Pelepahnya mudah 	patah, tetapi daun tetap berwarna hijau untuk beberapa saat, 	meskipun pada akhirnya akan membusuk dan mongering.</p>
</li>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="line-height: 150%">Semua gejala tersebut 	sesungguhnya disebabkan karena terjadinya pembusukan (busuk kering) 	pada pangkal batang.</p>
</li>
</ul>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-left: 0.50in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0.08in; line-height: 150%"><b>Pengendalian	:</b> Menanam bibit yang bebas dari infeksi penyakit ini.</p>
<ol>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="line-height: 150%"><b>Penyakit busuk 	tandan (bunch rot)</b></p>
</li>
</ol>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0.08in; line-height: 150%"><b>Penyebab		: cendawan <i>Marasmius palmivorus sharples.</i></b></p>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0.08in; line-height: 150%"><b>Gejala serangan	:</b></p>
<ul>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="line-height: 150%">Penyakit ini 	menyerang tanaman berumur 3 – 10 tahun.</p>
</li>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="line-height: 150%">Menyerang buah yang 	matang dan dapat menembus daging  buah, sehingga menurunkan kualitas 	minyak sawit.</p>
</li>
</ul>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-left: 0.50in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0.08in; line-height: 150%"><b>Pengendalian	:</b></p>
<ul>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="line-height: 150%">Tindakan pencegahan 	dilakukan dengan melakukan penyerbukan buatan dan sanitasi kebun 	terutama pada musim hujan.</p>
</li>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="line-height: 150%">Membuang semua bunga 	dan buah yang membusuk dan membakar tandan buah yang terserang.</p>
</li>
<li>
<p ALIGN="justify" STYLE="line-height: 150%">Dapat disemprot 	dengan menggunakan Difolatan atau Actidone dengan konsentrasi 0,2 % 	atau sebanyak 0,7 liter/ha dengan interval waktu 2 minggu sekali.</p>
</li>
</ul>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-bottom: 0.08in; line-height: 150%">&nbsp;</p>
<p ALIGN="justify" STYLE="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0.08in; line-height: 150%"><font COLOR="#000080">Pustaka : Anonim…. Hama Penting Pada Tanaman Kelapa sawit………..</font></p>
<p ALIGN="left" STYLE="line-height: 100%" CLASS="western">&nbsp;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mablu.wordpress.com/36/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mablu.wordpress.com/36/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mablu.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mablu.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mablu.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mablu.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mablu.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mablu.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mablu.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mablu.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mablu.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mablu.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mablu.wordpress.com&blog=2352655&post=36&subd=mablu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mablu.wordpress.com/2008/01/24/hama-dan-penyakit-tanaman-kelapa-sawit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0a0b1ee3ca33ffea6e94040ebda87e23?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mablu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Daftar-daftar istilah dalam ilmu serangga</title>
		<link>http://mablu.wordpress.com/2008/01/24/daftar-daftar-istilah-dalam-ilmu-serangga/</link>
		<comments>http://mablu.wordpress.com/2008/01/24/daftar-daftar-istilah-dalam-ilmu-serangga/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jan 2008 15:43:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mablu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daftar-daftar istilah dalam ilmu serangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mablu.wordpress.com/2008/01/24/daftar-daftar-istilah-dalam-ilmu-serangga/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Didi Darmadi
Alumni Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) N Kepahiang-Bengkulu. E-mail: ma_di@plasa.com

Abdomen 		:  perut; daerah tubuh serangga yang paling belakang (ketiga).
 Botol pembunuh 	: botol yang digunakan sebagai tempet untuk membunuh serangga yang didapatkan darril lapangan untuk keperluan penelitian atau koleksi. Didalam botol pembunuhan tersebut terdapat bahan-bahan atau zat pembunuh, misalnya KCN.
 Cairan pupa	: [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mablu.wordpress.com&blog=2352655&post=35&subd=mablu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin-bottom:0;" align="center"><font color="#000000"><font face="Papyrus, cursive"><font size="4"><b>Oleh : Didi Darmadi</b></font></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><font size="2"><font face="Bodoni MT, serif"><font color="#000000">Alumni Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) N Kepahiang-Bengkulu. E-mail: ma_di@plasa.com</font></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Abdomen </font>		:  perut; daerah tubuh serangga yang paling belakang (ketiga).</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Botol pembunuh</font> 	: botol yang digunakan sebagai tempet untuk membunuh serangga yang didapatkan darril lapangan untuk keperluan penelitian atau koleksi. Didalam botol pembunuhan tersebut terdapat bahan-bahan atau zat pembunuh, misalnya KCN.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Cairan pupa</font>	: <i>meconium;</i> cairan yang biasa meneyelimuti calon serangga dewasa yang abru keluar dari pupa.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Diapuse </font>	: masa istirahat pada perkembangan serangga.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Elytra</font>	: sayap depan bangsa kumbang <i>(Coleopteran)</i> dan cocopet <i>(Dermaptera) </i>yang bersifat keras seperti kulit, namun rapuh.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Embun madu	</font>: cairan gula dari bangsa kutu jenis tertentu, misalnya kutu aphid.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Femur	</font>: sebutan untuk ruas ketiga kaki serangga.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Halter 	</font>: modifikasi sayap belakang bangsa lalat dan yamuk berupa pentolan kecil, dan berfungsi sebagai alat keseimbangan.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Hemelitra </font>	: sayap depan bangsa kepik.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Insang 	</font>: alat bernapas jenis binatang akuatik tertentu, merupakan pelebaran dinding tubuh atau usus belakang yang berfungsi sebagai tempat pertukaran udara.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Instar 	</font>: masa diantara pergantian kulit pada serangga.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Jaring serangga	</font>: alat berupa jarring kecil yang digunakan untuk menagkap serangga, terutama serangga terbang.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Jarum koleksi	</font>: jarum pentol dengan macam-macam diameter yang digunakan untuk menusuk serangga, untuk keperluan koleksi.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Kampuh 	</font>: celah dibagian luar tubuh berupa garis pada dinding tubuh.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Kanibalisme 	</font>: pristiwa makan-memakan anatar individu pada satu jenis yang sama.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Karnivora	</font>: pemakan daging.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Kelenjar bau 	</font>: kelenjar penghasil cairan berbau khas, misalnya pada bangsa kepik dan jenis kumbang tertentu.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Keranjang serbuksari	</font>: <i>corbicula;</i> daerah lunak pada permukaan luar ruas keempat kaki belakang lebah yang dibatasi oleh rambut-rambut panjang melengkung.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Kopulasi	</font>: sanggama; bertemunya alat kelamin jantan dan betina.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Labium	</font>: salah satu bagian alat mulut; bibir bawah.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Larva 	</font>: tahap hidup diantara tahap hidup tahap telur dan pupa, dan biasanya digunakan untuk menyebut serangga pra-dewasa dari serangga dengan tipe metamorfosis sempurna.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Lembaran sepirakel	</font>: lembaran yang terdapat disekitar sepirakel (lubang pernapasan).</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Maksila 	</font>: sepasang bagian alat mulut yang terdapat dibagian mandibula.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Mandibula 	</font>: rahang; sepasang bagian alat mulut yang terletak dibagian depan.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Mata majemuk 	</font>: mata yang tersusun atas banyak mata tunggal.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Mata sederhana 	</font>: <i>ocelli;</i> terdapat pada serangga dan binatang yang berbuku-buku yang lain, terletak diantara pangkal antenaatau kedua buah mata majemuk.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Mata tunggal 	</font>: <i>ommatidia;</i> unit tunggal dari mata majemuk.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Metamorfosis 	</font>: perubahan bentuk selama perkembangan.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Nadi 	</font>: <i>vena;</i> garis menebal pada sayap (serangga).</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Naiad 	</font>: nimfa yang hidup didalam air dan bernafas dengan insang.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Nasuti 	</font>: salah satu kastra rayap yang berbentuk kepalanya sempit dan meruncing pada bagian ujungnya, sehingga membentuk moncong.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Nimfa 	</font>: sebutan serangga pra-dewasa pada serangga yang meta morfosisnya sederhana.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Nocturnal 	</font>: aktif pada malam hari.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Omnivore 	</font>: pemakan segala.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Ovipositor 	</font>: alat peletak telur pada beberapa serangga betina.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Parasitoid 	</font>: serangga parasit, dapat hidup diluar atau didalam inangnya.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Partenogenesis	</font>: berkembangnya telur yang tidak dibuahi.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Pedisel 	</font>: tonjolan diantara toraks dan abdomen semut.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Penampung seperma</font> 	: (pada capon dan sibar-sibar jantan) tempat untuk menyimpan sementara sperma yang dikeluarkan dari alat kelamin untuk kemudian disalurkan ke dalam tubuh serangga betina pada saat kopulasi.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Penis 	</font>: alat kelamin jantan yang berada diluar tubuh.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Polifagus 	</font>: kisaran inangnya lebar; pemakan banyak jenis makanan.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Polimorfisme 	</font>: berbentuk tubuh banayak.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Populasi	</font>: sekumpulan mahluk hidup sama jenis yang hidup pada satu tempat tertentu.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Peredasius 	</font>: bersifat pemangsa.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Predator 	</font>: pemangsa.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Prepupa 	</font>: tahap diam diantara masa larva dan pupa; instar ketiga dari jenis thrips.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Puparium 	</font>: bungkus yang berbentuk oleh pengerasan kulit larva instar terakhir sehingga pupa akan terbentuk; pada bangsa lalat.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Pupasi 	</font>: pergantian kulit dari larva instar terakhir menuju ketahap pupa.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Soliter 	</font>: penyendiri (pada beberapa jenis lebah, tawon, semut dan kepik).</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Stylet 	</font>: alat penusuk pada serangga yang mempunyai alat  mulut bertipe pencucuk-penghisap; bentuknya seperti jarum.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font color="#000080"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive">Subimago</font> 	: instar bersayap yang segera berkembang menjadi serangga dewasa matang kawin; pada lalat sehari.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Tabung malfigi	</font>: organ pengeluaran urin serangga, yang berupa pipa panjang yang bermuara pada usus belakang.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Tegmina 	</font>: sayap depan berupa kulit pada bangsa belalang.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Toraks 	</font>: dada; daerah tengah (kedua) dari tubuh serangga.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Vena palsu 	</font>: garis tebal serupa vena diantara vena sejati radius dan median pada lalat apung dewasa.</font></font></p>
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-left:1.5in;text-indent:-1.5in;margin-bottom:0;" align="justify"> <font size="2"><font face="Papyrus, cursive"><font color="#000080">Pustaka : Nugroho Susetya Putra.1994. <i>Serangga Di Sekitar Kita</i>. Kanisius, Yogyakarta</font>.</font></font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mablu.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mablu.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mablu.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mablu.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mablu.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mablu.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mablu.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mablu.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mablu.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mablu.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mablu.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mablu.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mablu.wordpress.com&blog=2352655&post=35&subd=mablu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mablu.wordpress.com/2008/01/24/daftar-daftar-istilah-dalam-ilmu-serangga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0a0b1ee3ca33ffea6e94040ebda87e23?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mablu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kunci Deteminasi Serangga</title>
		<link>http://mablu.wordpress.com/2008/01/24/kunci-deteminasi-serangga/</link>
		<comments>http://mablu.wordpress.com/2008/01/24/kunci-deteminasi-serangga/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jan 2008 15:24:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mablu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kunci Determinasi Serangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mablu.wordpress.com/2008/01/24/kunci-deteminasi-serangga/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Didi Darmadi
Alumni Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) N Kepahiang-Bengkulu. E-mail: ma_di@plasa.com
&#160;


TAKSONOMI 	SERANGGA


Itilah Taksonomi berasal adari bahasa Yunani yaitu taxis yang berarti susunan dan nomos yang berarti hokum. Jadi secara umum taksonomi penyusunan yang teratur dan bernorma mengenai organisme,-organisme kedalam kelompok-kelompok yang tepat dengan menggunakan nama-nama yang sesuai dan benar.
Identifikasi, deskripsi, pengumpulan data tentangcontoh serangga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mablu.wordpress.com&blog=2352655&post=34&subd=mablu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p STYLE="margin-bottom: 0" ALIGN="center"><font COLOR="#000000"><font FACE="Papyrus, cursive"><font SIZE="4"><b>Oleh : Didi Darmadi</b></font></font></font></p>
<p STYLE="margin-bottom: 0" ALIGN="center"><font SIZE="2"><font FACE="Bodoni MT, serif"><font COLOR="#000000">Alumni Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) N Kepahiang-Bengkulu. E-mail: </font></font></font><font COLOR="#0000ff"><a HREF="mailto:ma_di@plasa.com"><span STYLE="text-decoration: none"><font SIZE="2"><font FACE="Bodoni MT, serif"><font COLOR="#000000">ma_di@plasa.com</font></font></font></span></a></font></p>
<p STYLE="margin-bottom: 0" ALIGN="center">&nbsp;</p>
<ol>
<li>
<p STYLE="margin-bottom: 0" ALIGN="justify"><font COLOR="#0000ff"><font FACE="Book Antiqua, serif"><b>TAKSONOMI 	SERANGGA</b></font></font></p>
</li>
</ol>
<p STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><font FACE="Book Antiqua, serif"><font COLOR="#000000">Itilah Taksonomi berasal adari bahasa Yunani yaitu <i>taxis </i>yang berarti susunan dan <i>nomos </i>yang berarti hokum. Jadi secara umum taksonomi penyusunan yang teratur dan bernorma mengenai organisme,-organisme kedalam kelompok-kelompok yang tepat dengan menggunakan nama-nama yang sesuai dan benar.</font></font></p>
<p STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><font FACE="Book Antiqua, serif"><font COLOR="#000000">Identifikasi, deskripsi, pengumpulan data tentangcontoh serangga yang diselidiki, juga </font><font COLOR="#000000">pencarian pustaka mengenai serangga</font><font COLOR="#000000"> tersebut seperti adaptasi, distribusi dalam </font><font COLOR="#000000">macam tanaman inang</font><font COLOR="#000000"> yang termasuk kegiatan sehari-hari </font><font COLOR="#000000">yang dilakukan seorang taksonom.</font></font></p>
<p STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><font FACE="Book Antiqua, serif"><font COLOR="#000000">Taksonomi </font><font COLOR="#000000">sebagian besar didasarkan</font><font COLOR="#000000"> atas persamaan cirinya. Serangga </font><font COLOR="#000000">dengan cirri yang sama dimasukkan dalam kelompok</font><font COLOR="#000000"> yang sama, </font><font COLOR="#000000">jadi disini melakukan klasifikasi. Kategoro klasifikasi untuk binatang pada</font><font COLOR="#000000"> </font><font COLOR="#000000">dasarnya adalah :</font></font></p>
<p STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><font COLOR="#008000"><font FACE="Book Antiqua, serif"><b>Golongan</b></font></font></p>
<p STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><font COLOR="#008000"><font FACE="Book Antiqua, serif"><b>Phylum</b></font></font></p>
<p STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><font COLOR="#008000"><font FACE="Book Antiqua, serif"><b>Klas</b></font></font></p>
<p STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><font COLOR="#008000"><font FACE="Book Antiqua, serif"><b>Ordo (bangsa)</b></font></font></p>
<p STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><font COLOR="#008000"><font FACE="Book Antiqua, serif"><b>Famili (suku, marga)</b></font></font></p>
<p STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><font COLOR="#008000"><font FACE="Book Antiqua, serif"><b>Genus (keluarga)</b></font></font></p>
<p STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><b><font FACE="Book Antiqua, serif"><font COLOR="#008000">Spesies (jenis) </font></font></b></p>
<p STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><font COLOR="#000000"><font FACE="Book Antiqua, serif">Golongan binatang secara berurutan akan terdiri atas beberapa phylia, satu phylia terdiri atas beberapa klas, demeikian seterusnya yang berarti jumlahnya akan terus meningkat dalam setiap kelompok. Kelompok spesies/jenis terdiri atas sekitar satu juta nama.</font></font></p>
<p STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><font COLOR="#000000"><font FACE="Book Antiqua, serif">Semua serangga adalah anggota dari phylum Artropoda, yaitu binatang dengan kaki beruas-ruas. Serangga yang biasa dikenal sebagai lebah madu dapat diklasifikasikan sebagai berikut :</font></font></p>
<p STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<p STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<p STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><font FACE="Book Antiqua, serif"><b><font COLOR="#339966">Golongan : Animalia</font></b></font></p>
<p STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><font FACE="Book Antiqua, serif"><b><font COLOR="#339966">Phylum	: Arthropoda</font></b></font></p>
<p STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><font FACE="Book Antiqua, serif"><b><font COLOR="#339966">Klas	: Insekta</font></b></font></p>
<p STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><font FACE="Book Antiqua, serif"><b><font COLOR="#339966">Ordo	: Hymenoptera</font></b></font></p>
<p STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><font FACE="Book Antiqua, serif"><b><font COLOR="#339966">Famili	: Apidae</font></b></font></p>
<p STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><font FACE="Book Antiqua, serif"><b><font COLOR="#339966">Genus	: Apis</font></b></font></p>
<p STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><b><font FACE="Book Antiqua, serif"><font COLOR="#339966">Spesies	: </font><i><font COLOR="#339966">Aphis melliferai</font></i></font></b></p>
<p STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><font FACE="Book Antiqua, serif"><font COLOR="#000000">Nama yang dipakai satu spesies binatang adalah nama umum daerah setempat dan nama ilmiah. Contoh diatas atas nama umumnya adalah lebah madu (honey bee). Nama ilmiah suatu spesies terdiri atas genus, spesies dan nama penemu (author) yang telah menemuakan suatu spesies dalam susunan taksonominya. Nama ilmiah lebah madu adalah <i>Apis mellifera</i> Linnaeus.</font></font></p>
<p STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"> <a HREF="http://mablu.files.wordpress.com/2008/01/serangga.jpg" TITLE="serangga"><img SRC="http://mablu.files.wordpress.com/2008/01/serangga.jpg" ALT="serangga" /></a></p>
<p STYLE="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<ol>
<li>
<p STYLE="margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><font COLOR="#000000"><font FACE="Book Antiqua, serif"><b>Klasifikasi 	Serangga</b></font></font></p>
</li>
</ol>
<p STYLE="margin-left: 0.50in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><font COLOR="#000000"><font FACE="Book Antiqua, serif">Dunia binatang terdiri atas 14 phyla. Dasar yang dipakai adalah kekompleksan dan unkin dari urutan evolusinya sehingga phyla binatanag disusun dari phylum yang rendah ke phylum yang tinggi.</font></font></p>
<p STYLE="margin-left: 0.50in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><font FACE="Book Antiqua, serif"><font COLOR="#000000">Serangga atau insecta termasuk dalm pylum Arthropoda. Arthropoda terbagi menjadi 3 sub phylum ialah Trilobita, Mandibulata. Dan Chelicerata. Sub phylum Trilobita tealah punah dan tinggal sisa-sisanya (fossil). Sub phylum Mandibulata terbagi menjadi beberapa kelas,salah satu diantaranya adalah kelas insekta (hexapoda), Chelicerata juga terbagi dalam beberapa kelas termasuk Arachnida di dalamnya. Untuk lebih jelasnya, klasifikasi ini dapat dilihat pada bagan berikut :</font></font></p>
<p STYLE="margin-left: 0.50in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<p STYLE="margin-left: 0.50in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<p STYLE="margin-left: 0.50in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<p STYLE="margin-left: 0.50in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<p STYLE="margin-left: 0.50in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<p STYLE="margin-left: 0.50in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<p STYLE="margin-left: 0.50in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<p STYLE="margin-left: 0.50in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<p STYLE="margin-left: 0.50in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<p STYLE="margin-left: 0.50in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<p STYLE="margin-left: 0.50in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<p STYLE="margin-left: 0.50in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<p STYLE="margin-left: 0.50in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<p STYLE="margin-left: 0.50in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<p STYLE="margin-left: 0.50in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<p STYLE="margin-left: 0.50in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<p STYLE="margin-left: 0.50in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<p STYLE="margin-left: 0.50in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<p STYLE="margin-left: 0.50in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<p STYLE="margin-left: 0.50in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<p STYLE="margin-left: 0.50in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<p STYLE="margin-left: 0.50in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<p STYLE="margin-left: 0.50in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<p STYLE="margin-left: 0.50in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<p STYLE="margin-left: 0.50in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<p STYLE="margin-left: 0.50in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<p STYLE="margin-left: 0.50in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<p STYLE="margin-left: 0.50in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<p STYLE="margin-left: 0.50in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<p STYLE="margin-left: 1.63in; text-indent: -1.63in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify"><font COLOR="#000080"><font FACE="Book Antiqua, serif"><font SIZE="2">Pustaka : Anggota IKAPI. 2004. Kunci Determinasi Serangga, Program Nasional Pelatihan dan Pengembangan Pengendalian Hama Terpadu. Kanisius, Yogyakarta.</font></font></font></p>
<p STYLE="margin-left: 0.50in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<p STYLE="margin-left: 0.50in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<p STYLE="margin-left: 0.50in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<p STYLE="margin-left: 0.50in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<p STYLE="margin-left: 0.50in; text-indent: 0.50in; margin-bottom: 0; line-height: 150%" ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mablu.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mablu.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mablu.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mablu.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mablu.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mablu.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mablu.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mablu.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mablu.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mablu.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mablu.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mablu.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mablu.wordpress.com&blog=2352655&post=34&subd=mablu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mablu.wordpress.com/2008/01/24/kunci-deteminasi-serangga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0a0b1ee3ca33ffea6e94040ebda87e23?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mablu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HAMA DAN PENYAKIT</title>
		<link>http://mablu.wordpress.com/2008/01/17/hama-dan-penyakit/</link>
		<comments>http://mablu.wordpress.com/2008/01/17/hama-dan-penyakit/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jan 2008 18:18:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mablu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hama dan Penyakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mablu.wordpress.com/2008/01/17/hama-dan-penyakit/</guid>
		<description><![CDATA[HAMA DAN PENYAKIT
Hama
1) Hama pada belut adalah binatang tingkat tinggi yang langsung mengganggu kehidupan belut.
2) Di alam bebas dan di kolam terbuka, hama yang sering menyerang belut antara lain: berang-berang, ular, katak, burung, serangga, musang air dan ikan gabus. Di pekarangan, terutama yang ada di perkotaan, hama yang sering menyerang hanya katak dan kucing. Pemeliharaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mablu.wordpress.com&blog=2352655&post=32&subd=mablu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><font COLOR="#ff0000">HAMA DAN PENYAKIT</font></p>
<p>Hama</p>
<p>1) Hama pada belut adalah binatang tingkat tinggi yang langsung mengganggu kehidupan belut.</p>
<p>2) Di alam bebas dan di kolam terbuka, hama yang sering menyerang belut antara lain: berang-berang, ular, katak, burung, serangga, musang air dan ikan gabus. Di pekarangan, terutama yang ada di perkotaan, hama yang sering menyerang hanya katak dan kucing. Pemeliharaan belut secara intensif tidak banyak diserang hama.</p>
<p>Penyakit Penyakit yang umum menyerang adalah penyakit yang disebabkan oleh organisme tingkat rendah seperti virus, bakteri, jamur, dan protozoa yang berukuran kecil.<br />
<font COLOR="#339966">Dikutip dari :http://trimudilah.wordpress.com/2006/12/05/budidaya-belut-2/</font></p>
<p><a TITLE="hama belut sawah" HREF="http://mablu.files.wordpress.com/2008/01/03ngobor.gif"><img ALT="hama belut sawah" SRC="http://mablu.files.wordpress.com/2008/01/03ngobor.gif" /></a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mablu.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mablu.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mablu.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mablu.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mablu.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mablu.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mablu.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mablu.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mablu.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mablu.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mablu.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mablu.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mablu.wordpress.com&blog=2352655&post=32&subd=mablu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mablu.wordpress.com/2008/01/17/hama-dan-penyakit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0a0b1ee3ca33ffea6e94040ebda87e23?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mablu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PEMASARAN</title>
		<link>http://mablu.wordpress.com/2008/01/17/pemasaran/</link>
		<comments>http://mablu.wordpress.com/2008/01/17/pemasaran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jan 2008 17:44:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mablu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemasaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mablu.wordpress.com/2008/01/17/pemasaran/</guid>
		<description><![CDATA[ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA
10.1.Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisis budidaya belut selama
3 bulan di daerah Jawa Barat pada tahun 1999 adalah sebagai berikut:
1) Biaya Produksi a. Pembuatan kolam tanah 2 x 3 x 1, 4 HOK @ Rp.
7.000,- Rp. 28.000,- b. Bibit 3.000 ekor x @ Rp. 750,- Rp. 225.000,-
c. Makanan tambahan (daging kelinci 3 ekor) @ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mablu.wordpress.com&blog=2352655&post=30&subd=mablu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><font COLOR="#993300">ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA</font></p>
<p>10.1.Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisis budidaya belut selama<br />
3 bulan di daerah Jawa Barat pada tahun 1999 adalah sebagai berikut:</p>
<p>1) Biaya Produksi a. Pembuatan kolam tanah 2 x 3 x 1, 4 HOK @ Rp.<br />
7.000,- Rp. 28.000,- b. Bibit 3.000 ekor x @ Rp. 750,- Rp. 225.000,-<br />
c. Makanan tambahan (daging kelinci 3 ekor) @ Rp.15.000,-Rp. 45.000,-<br />
d. Lain-lain Rp. 30.000,- Jumlah Biaya Produksi Rp. 328.000,-</p>
<p>2) Pendapatan: 3000 ekor = 300 kg x @ Rp. 2.500,- Rp. 750.000,-</p>
<p>3) Keuntungan Rp. 422.000,-</p>
<p>4) Parameter Kelayakan Usaha 2,28 10.2.Gambaran Peluang Agribisnis<br />
Budidaya ikan belut, baik dalam bentuk pembenihan maupun pembesaran<br />
mempunyai prospek yang cukup baik. Permintaan konsumen akan keberadaan<br />
ikan belut semakin meningkat. Dengan teknik pemeliharaan yang baik,<br />
maka akan diperoleh hasil budidaya yang memuaskan dan diminati<br />
konsumen.</p>
<p><font COLOR="#993300">Dikutip dari :http://groups.google.co.id/group/belutjawa/msg/93463d210c0da8b0</p>
<p></font><font COLOR="#ff00ff">PROSPEK PASAR BELUT DI HONGKONG</font><font COLOR="#993300"></p>
<p></font><font COLOR="#808080">Siang itu Juli 2006 di Batutulis, Bogor, pancaran matahari terik membuat Ruslan Roy harus berteduh. Ia tetap awas melihat kesibukan pekerja yang memilah belut ke dalam 100 boks styrofoam. Itu baru 3,5 ton dari permintaan Hongkong yang mencapai 60 ton/hari, ujar Ruslan Roy.</p>
<p>Alumnus Universitras Padjadjaran Bandung itu memang kelimpungan memenuhi permintaan belut dari eksportir. Selama ini ia hanya mengandalkan pasokan belut dari alam yang terbatas. Sampai kapan pun tidak bisa memenuhi permintaan, ujarnya. Sebab itu pula ia mulai merintis budi daya belut dengan menebar 40 kg bibit pada Juli 1989.</p>
<p>Roy-panggilan akrab Ruslan Roy-memperkirakan seminggu setelah peringatan Hari Kemerdekaan ke-61 RI semua Monopterus albus yang dibudidayakan di kolam seluas 25 m2 itu siap panen. Ukuran yang diminta eksportir untuk belut konsumsi sekitar 400 g/ekor. Bila waktu itu tiba, eksportir di Tangerang yang jauh-jauh hari menginden akan menampung seluruh hasil panen.</p>
<p>Untuk mengejar ukuran konsumsi, peternak di Jakarta Selatan itu memberi pakan alami berprotein tinggi seperti cacing tanah, potongan ikan laut, dan keong mas. Pakan itu dirajang dan diberikan sebanyak 5% dari bobot tubuh/hari.</p>
<p>Dengan asumsi tingkat kematian 5-10% hingga berumur 9 bulan, Roy menghitung 4-5 bulan setelah menebar bibit, ia bakal memanen 400 kg belut. Dengan harga Rp40.000/kg, total pendapatan yang diraup Rp 16 juta. Setelah dikurangi biaya-biaya sekitar Rp 2 juta, diperoleh laba bersih Rp 14 juta.</p>
<p>Keuntungan itu akan semakin melambung karena pada saat yang sama Roy membuat 75 kolam di Rancamaya, Bogor, masing-masing berukuran sekitar 25 m2 berkedalaman 1 m. Pantas suami Kastini itu berani melepas pekerjaannya sebagai konsultan keuangan di Jakarta Pusat.</p>
<p>Perluas areal</p>
<p>Nun di Bandung, Ir R M Son Son Sundoro, lebih dahulu menikmati keuntungan hasil pembesaran belut. Itu setelah ia dan temannya sukses memasok ke beberapa negara. Sebut saja Hongkong, Taiwan, Cina, Jepang, Korea, Malaysia, dan Thailand. Menurut Son Son pasar belut mancanegara tidak terbatas. Oleh karena itu demi menjaga kontinuitas pasokan, ia dan eksportir membuat perjanjian di atas kertas bermaterai. Maksudnya agar importir mendapat jaminan pasokan.</p>
<p>Sejak 1998, alumnus Teknik dan Manajemen Industri di Institut Teknologi Indonesia, itu rutin menyetor 3 ton/hari ke eksportir. Itu dipenuhi dari 30 kolam berukuran 5 m x 5 m di Majalengka, Ciwidey, Rancaekek, dan 200 kolam plasma binaan di Jawa Barat. Ia mematok harga belut ke eksportir 4-5 US$, setara Rp 40.000-Rp 60.000/kg isi 10-15 ekor. Sementara harga di tingkat petani plasma Rp 20.000/kg.</p>
<p>Permintaan ekspor belut<br />
Negara Tujuan<br />
Kebutuhan (ton/minggu)</p>
<p>Jepang<br />
1.000</p>
<p>Hongkong<br />
350</p>
<p>Cina<br />
300</p>
<p>Malaysia<br />
80</p>
<p>Taiwan<br />
20</p>
<p>Korea<br />
10</p>
<p>Singapura<br />
5</p>
<p>Sumber: Drs Ruslan Roy, MM, Ir R. M. Son Son Sundoro, www.eelstheband.com, dan telah diolah dari berbagai sumber.</p>
<p>Terhitung mulai Juli 2006, total pasokan meningkat drastis menjadi 50 ton per hari. Itu diperoleh setelah pria 39 tahun itu membuka kerja sama dengan para peternak di dalam dan luar Pulau Jawa. Awal 2006 ia membuka kolam pembesaran seluas 168 m2 di Payakumbuh, Sumatera Barat.</p>
<p>Di tempat lain, penggemar travelling itu juga membuka 110 kolam jaring apung masing-masing seluas 21 m2 di Waduk Cirata, Kabupaten Bandung. Total jenderal 1 juta bibit belut ditebar bertahap di jaring apung agar panen berlangsung kontinu setiap minggu. Dengan volume sebesar itu, ayah tiga putri itu memperkirakan keuntungan sebesar US$2.500 atau Rp 20.500.000 per hari.</p>
<p>Di Majalengka, Jawa Barat, Muhammad Ara Giwangkara juga menuai laba dari pembesaran belut. Sarjana filsafat dari IAIN Sunan Gunungjati, Bandung, itu akhir Desember 2005 membeli 400 kg bibit dari seorang plasma di Bandung seharga Rp 11,5 juta. Bibit-bibit itu kemudian dipelihara di 10 kolam bersekat asbes berukuran 5 m x 5 m. Berselang empat bulan, belut berukuran konsumsi, 35-40 cm, sudah bisa dipanen.</p>
<p>Dengan persentase kematian dari burayak hingga siap panen 4%, Ara bisa menjual sekitar 3.000 kg belut. Karena bermitra, ia mendapat harga jual Rp12.500/kg. Setelah dikurangi ongkos perawatan dan operasional sebesar Rp 9 juta dan pembelian bibit baru sebesar Rp 11,5 juta, tabungan Ara bertambah Rp17 juta. Bagi Ara hasil itu sungguh luar biasa, sebab dengan pendapatan Rp 3 juta-Rp 4 juta per bulan, ia sudah bisa melebihi gaji pegawai negeri golongan IV.</p>
<p>Bibit meroket</p>
<p>Gurihnya bisnis belut tidak hanya dirasakan peternak pembesar. Peternak pendeder yang memproduksi bibit berumur tiga bulan turut terciprat rezeki. Justru di situlah terbuka peluang mendapatkan laba relatif singkat. Apalagi kini harga bibit semakin meroket. Kalau dulu Rp 10.000/kg, sekarang rata-rata Rp 27.500/kg, tergantung kualitas, ujar Hj Komalasari, penyedia bibit di Sukabumi, Jawa Barat. Ia menjual minimal 400-500 kg bibit/bulan sejak awal 1985 hingga sekarang.</p>
<p>Pendeder pun tak perlu takut mencari pasar. Mereka bisa memilih cara bermitra atau nonmitra. Keuntungan pendeder bermitra: memiliki jaminan pasar yang pasti dari penampung. Yang nonmitra, selain bebas menjual eceran, pun bisa menyetor ke penampung dengan harga jual lebih rendah 20-30% daripada bermitra. Toh, semua tetap menuai untung.</p>
<p>Sukses Son Son, Ruslan, Ara, dan Komalasari memproduksi dan memasarkan belut sekarang ini bak bumi dan langit dibandingkan delapan tahun lalu. Siapa yang berani menjamin kalau belut booming gampang menjualnya, ujar Eka Budianta, pengamat agribisnis di Jakarta.</p>
<p>Menurut Eka, memang belut segar kini semakin dicari, bahkan harganya semakin melambung jika sudah masuk ke restoran. Untuk harga satu porsi unagi-hidangan belut segar-di restoran Jepang yang cukup bergengsi di Jakarta Selatan mencapai Rp 250.000. Apalagi bila dibeli di Tokyo, Osaka, maupun di restoran Jepang di kota-kota besar dunia.</p>
<p>Dengan demikian boleh jadi banyak yang mengendus peluang bisnis belut yang kini pasarnya menganga lebar. Maklum pasokan belut-bibit maupun ukuran konsumsi-sangat minim, sedangkan permintaannya membludak. (Hermansyah/Peliput: Lani Marliani)</p>
<p></font><font COLOR="#ff00ff">Dikutip dari :http://www.pustakatani.org/ProfilUsaha/tabid/57/ctl/ArticleView/mid/380/articleId/237/PasarBelutdiHongkong60TonPerHari.aspx<br />
</font><br />
<a TITLE="Pasar belut" HREF="http://mablu.files.wordpress.com/2008/01/unagi.jpg"><img ALT="Pasar belut" SRC="http://mablu.files.wordpress.com/2008/01/unagi.jpg" /></a><font COLOR="#993300"></p>
<p></font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mablu.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mablu.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mablu.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mablu.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mablu.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mablu.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mablu.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mablu.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mablu.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mablu.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mablu.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mablu.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mablu.wordpress.com&blog=2352655&post=30&subd=mablu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mablu.wordpress.com/2008/01/17/pemasaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0a0b1ee3ca33ffea6e94040ebda87e23?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mablu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PANEN DAN PASCA PANEN</title>
		<link>http://mablu.wordpress.com/2008/01/17/panen-dan-pasca-panen/</link>
		<comments>http://mablu.wordpress.com/2008/01/17/panen-dan-pasca-panen/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jan 2008 17:12:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mablu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Panen dan Pasca Panen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mablu.wordpress.com/2008/01/17/panen-dan-pasca-panen/</guid>
		<description><![CDATA[PANEN
Pemanenan belut berupa 2 jenis yaitu :
1) Berupa benih/bibit yang dijual untuk diternak/dibudidayakan.
2) Berupa hasil akhir pemeliharaan belut yang siap dijual untuk
konsumsi (besarnya/panjangnya sesuai dengan permintaan pasar/
konsumen). Cara Penangkapan belut sama seperti menangkap ikan lainnya
dengan peralatan antara lain: bubu/posong, jaring/jala bermata lembut,
dengan pancing atau kail dan pengeringan air kolam sehingga belut
tinggal diambil saja.
PASCAPANEN
Pada pemeliharaan belut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mablu.wordpress.com&blog=2352655&post=27&subd=mablu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><font COLOR="#800000">PANEN</font></p>
<p>Pemanenan belut berupa 2 jenis yaitu :</p>
<p>1) Berupa benih/bibit yang dijual untuk diternak/dibudidayakan.</p>
<p>2) Berupa hasil akhir pemeliharaan belut yang siap dijual untuk<br />
konsumsi (besarnya/panjangnya sesuai dengan permintaan pasar/<br />
konsumen). Cara Penangkapan belut sama seperti menangkap ikan lainnya<br />
dengan peralatan antara lain: bubu/posong, jaring/jala bermata lembut,<br />
dengan pancing atau kail dan pengeringan air kolam sehingga belut<br />
tinggal diambil saja.<br />
<font COLOR="#800000">PASCAPANEN</font></p>
<p>Pada pemeliharaan belut secara komersial dan dalam<br />
jumlah yang besar, penanganan pasca panen perlu mendapat perhatian<br />
yang serius. Hal ini agar belut dapat diterima oleh konsumen dalam<br />
kualitas yang baik, sehingga mempunyai jaringan pemasaran yang luas.</p>
<p><font COLOR="#800000">Dikutip dari :http://groups.google.co.id/group/belutjawa/msg/93463d210c0da8b0 </font><br />
<a TITLE="Kegiatan pasca panen" HREF="http://mablu.files.wordpress.com/2008/01/resizeof30jemuranfr9.jpg"><img ALT="Kegiatan pasca panen" SRC="http://mablu.files.wordpress.com/2008/01/resizeof30jemuranfr9.jpg" /></a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mablu.wordpress.com/27/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mablu.wordpress.com/27/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mablu.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mablu.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mablu.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mablu.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mablu.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mablu.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mablu.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mablu.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mablu.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mablu.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mablu.wordpress.com&blog=2352655&post=27&subd=mablu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mablu.wordpress.com/2008/01/17/panen-dan-pasca-panen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0a0b1ee3ca33ffea6e94040ebda87e23?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mablu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PEMBUATAN KOLAM</title>
		<link>http://mablu.wordpress.com/2008/01/17/pembuatan-kolam/</link>
		<comments>http://mablu.wordpress.com/2008/01/17/pembuatan-kolam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jan 2008 17:05:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mablu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mablu.wordpress.com/2008/01/17/pembuatan-kolam/</guid>
		<description><![CDATA[PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
6.1. Penyiapan Sarana dan Peralatan
1) Perlu diketahui bahwa jenis kolam budidaya ikan belut harus
dibedakan antara lain: kolam induk/kolam pemijahan, kolam pendederan
(untuk benih belut berukuran 1-2 cm), kolam belut remaja (untuk belut
ukuran 3-5 cm) dan kolam pemeliharaan belut konsumsi (terbagi menjadi
2 tahapan yang masing-masing dibutuhkan waktu 2 bulan) yaitu untuk
pemeliharaan belut ukuran 5-8 cm [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mablu.wordpress.com&blog=2352655&post=26&subd=mablu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><font COLOR="#99cc00">PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA</font></p>
<p>6.1. Penyiapan Sarana dan Peralatan</p>
<p>1) Perlu diketahui bahwa jenis kolam budidaya ikan belut harus<br />
dibedakan antara lain: kolam induk/kolam pemijahan, kolam pendederan<br />
(untuk benih belut berukuran 1-2 cm), kolam belut remaja (untuk belut<br />
ukuran 3-5 cm) dan kolam pemeliharaan belut konsumsi (terbagi menjadi<br />
2 tahapan yang masing-masing dibutuhkan waktu 2 bulan) yaitu untuk<br />
pemeliharaan belut ukuran 5-8 cm sampai menjadi ukuran 15-20 cm dan<br />
untuk pemeliharan belut dengan ukuran 15-20 cm sampai menjadi ukuran<br />
30-40 cm.</p>
<p>2) Bangunan jenis-jenis kolam belut secara umum relatif sama hanya<br />
dibedakan oleh ukuran, kapasitas dan daya tampung belut itu sendiri.</p>
<p>3) Ukuran kolam induk kapasitasnya 6 ekor/m2. Untuk kolam pendederan<br />
(ukuran belut 1-2 cm) daya tampungnya 500 ekor/m2. Untuk kolam belut<br />
remaja (ukuran 2-5 cm) daya tampungnya 250 ekor/m2. Dan untuk kolam<br />
belut konsumsi tahap pertama (ukuran 5-8 cm) daya tampungnya 100 ekor/<br />
m2. Serta kolam belut konsumsi tahap kedua (ukuran 15-20cm) daya<br />
tampungnya 50 ekor/m2, hingga panjang belut pemanenan kelak berukuran<br />
3-50 cm.</p>
<p>4) Pembuatan kolam belut dengan bahan bak dinding tembok/disemen dan<br />
dasar bak tidak perlu diplester.</p>
<p>5) Peralatan lainnya berupa media dasar kolam, sumber air yang selalu<br />
ada, alat penangkapan yang diperlukan, ember plastik dan peralatan-<br />
peralatan lainnya.</p>
<p>6) Media dasar kolam terdiri dari bahan-bahan organik seperti pupuk<br />
kandang, sekam padi dan jerami padi. Caranya kolam yang masih kosong<br />
untuk lapisan pertama diberi sekam padi setebal 10 cm, diatasnya<br />
ditimbun dengan pupuk kandang setebal 10 cm, lalu diatasnya lagi<br />
ditimbun dengan ikatan-ikatan merang atau jerami kering. Setelah<br />
tumpukan-tumpukan bahan organik selesai dibuat (tebal seluruhnya<br />
sekitar 30 cm), berulah air dialirkan kedalam kolam secara perlahan-<br />
lahan sampai setinggi 50 cm (bahan organik + air). Dengan demikian<br />
media dasar kolam sudah selesai, tinggal media tersebut dibiarkan<br />
beberapa saat agar sampai menjadi lumpur sawah. Setelah itu belut-<br />
belut diluncurkan ke dalam kolam.</p>
<p><font COLOR="#99cc00">Dikutip dari : http://groups.google.co.id/group/belutjawa/msg/93463d210c0da8b0 </font><br />
<a TITLE="Kolam belut dari bahan terpal" HREF="http://mablu.files.wordpress.com/2008/01/kolambelut-20070618171116.jpg"><img ALT="Kolam belut dari bahan terpal" SRC="http://mablu.files.wordpress.com/2008/01/kolambelut-20070618171116.jpg" /></a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mablu.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mablu.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mablu.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mablu.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mablu.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mablu.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mablu.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mablu.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mablu.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mablu.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mablu.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mablu.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mablu.wordpress.com&blog=2352655&post=26&subd=mablu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mablu.wordpress.com/2008/01/17/pembuatan-kolam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0a0b1ee3ca33ffea6e94040ebda87e23?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mablu</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>